Selasa, 07 September 2010

Bahayakah Seks Saat Hamil? ( Part2 )

Perhatikan beberapa hal ini!! Jika Anda memilih seks oral, pastikan pasangan tidak meniupkan udara ke dalam vagina. Walaupun jarang, tapi masuknya udara ke dalam pembuluh darah (emboli) dapat berakibat fatal bagi Anda dan janin. Jadi sebaiknya dihindari sebisa mungkin. Hindari berbaring telentang selama berhubungan intim. Jika rahim (dan janin) menekan pembuluh darah utama di bagian belakang perut, Anda dapat merasa pusing (lightheaded) atau mual. Tapi jika anda tidak bermasalah dengan posisi ini, lakukan saja. Jika Anda memang sedang tidak ingin melakukan hubungan seksual, katakan apa adanya pada pasangan anda. 

Cemas, tak nyaman, tidak tertarik sama sekali (no desire), atau tidak memungkinkan (harus menghindari) adalah beberapa alasan yang umum. Paparan pada penyakit menular seksual (PMS) selama kehamilan meningkatkan risiko infeksi yang dapat mempengaruhi kesehatan kehamilan dan janin. Jika Anda berganti pasangan seksual selama kehamilan, gunakan kondom saat berhubungan intim. Berkaitan dengan penyakit menular seksual: Safe sex is no sex. Keamanan 100% adalah ketika tidak berhubungan seksual. Ini tidak berarti bahwa suami-istri sebaiknya tidak berhubungan intim. Namun jika anda termasuk yang sering berganti-ganti pasangan seksual, camkan hal tersebut baik-baik.

Sebaiknya tidak berhubungan seks jika:
Placenta previa
Ini adalah keadaan dimana plasenta (sebagian atau seluruhnya) berada di bagian bawah rahim, menutupi mulut/jalan keluar janin. Plasenta normalnya terletak di atas rahim. Jika penetrasi menekan mulut rahim, dikhawatirkan akan terjadi perdarahan. Kelahiran prematur Ibu hamil dapat diduga mengalami kelahiran prematur jika mulai mengalami kontraksi reguler sebelum usia kehamilan 37 minggu yang menyebabkan mulut rahim mulai membuka. 

Orgasme dikhawatirkan akan memicu kontraksi. Selain itu, paparan terhadap hormon prostaglandin di dalam semen (cairan sperma) juga dapat memicu kontraksi, yang walaupun tidak berbahaya bagi kehamilan normal, harus diwaspadai jika Anda memiliki risiko melahirkan (janin) prematur. Jika tetap memilih berhubungan seks, keluarkan sperma di luar vagina. Perdarahan (flek/vaginal bleeding) Perdarahan dapat dikaitkan dengan tanda-tanda keguguran. Sebaiknya hubungan seksual dihindari jika ada kasus perdarahan. Kecuali jika dokter Anda menyatakan bahwa flek yang anda alami adalah gejala normal yang kadang terjadi, tergantung usia kehamilan, kondisi janin, volume dan rupa flek, dan kondisi Anda sendiri. 

Mulut rahim (cervix) lemah
Jika mulut rahim mulai membuka secara prematur, seks dapat meningkatkan risiko infeksi. Janin kembar Jika anda mengandung janin kembar, dokter/bidan mungkin menganjurkan untuk menghindari berhubungan intim saat kehamilan memasuki trimester tiga, walaupun hingga saat ini belum ditemukan ada hubungannya antara seks dengan kelahiran kembar prematur. 

Tidak ada patokan yang ketat tentang batas seberapa sering hubungan seksual dapat dilakukan selama kehamilan. Sepanjang kondisi kehamilan Anda baik-baik saja, berapakalipun tidak masalah. Walaupun demikian, ada baiknya Anda memperhitungkan dampaknya agar tidak terlalu letih. Setelah melahirkan, kapan mulai berhubungan seksual lagi? Tubuh Anda memerlukan waktu untuk pulih ke keadaan normal seperti sebelum hamil, baik melahirkan melalui vagina atau dengan operasi caesar. 

Banyak dokter menyarankan untuk menunggu setidaknya 6 minggu sebelum mulai berhubungan intim atau selesai masa nifas. Periode ini memberi waktu bagi mulut rahim untuk kembali menutup dan bagi jahitan/luka untuk sembuh. Ketika Anda merasa siap untuk kembali berhubungan intim, mulailah perlahan. Gunakan metode yang dapat diandalkan sebagai alat kontrasepsi. Menyusui secara eksklusif (dianjurkan selama 6 bulan) akan memberi Anda perlindungan optimal. Walaupun 6 minggu telah terlewati, jika tubuh Anda merasa belum siap, jangan memaksakan diri. Pasangan Anda adalah orang yang paling patut untuk mengerti dan berempati atas kondisi yang sedang Anda alami. 

tamat... 



Bahayakah Seks Saat Hamil? (Part1)

Sebagian perempuan takut melakukan hubungan seksual saat hamil. Beberapa merasa gairah seksualnya menurun karena tubuh mereka melakukan banyak penyesuaian terhadap bentuk kehidupan baru yang berkembang di dalam rahim mereka. Sementara di saat yang sama, gairah yang timbul ternyata meningkat. Ini bukan kelainan seksual. Memang ada masanya ketika ibu hamil mengalami peningkatan gairah seksual.
Trimester pertama: Minat menurun Pada trimester (3 bulan) pertama, biasanya gairah seks menurun. Jangankan kepingin, bangun tidur saja sudah didera morning sickness, muntah, lemas, malas, segala hal yang bertolak belakang dengan semangat dan libido. Fluktuasi hormon, kelelahan, dan rasa mual dapat menghisap semua keinginan untuk melakukan hubungan seks. 

Trimester kedua: Minat meningkat (kembali) Memasuki trimester kedua, umumnya libido timbul kembali. Tubuh sudah dapat menerima dan terbiasa dengan kondisi kehamilan sehingga ibu hamil dapat menikmati aktivitas dengan lebih leluasa daripada di trimester pertama. Kehamilan juga belum terlalu besar dan memberatkan seperti pada trimester ketiga. Mual, muntah, dan segala rasa tidak enak biasanya sudah jauh berkurang dan tubuh terasa lebih nyaman. Demikian pula untuk urusan ranjang. Ini akibat meningkatnya pengaliran darah ke organ-organ seksual dan payudara. 

Trimester ketiga: Minat menurun lagi Libido dapat turun kembali ketika kehamilan memasuki trimester ketiga. Rasa nyaman sudah jauh berkurang. Pegal di punggung dan pinggul, tubuh bertambah berat dengan cepat, nafas lebih sesak (karena besarnya janin mendesak dada dan lambung), dan kembali merasa mual, itulah beberapa penyebab menurunnya minat seksual. Tapi jika Anda termasuk yang tidak mengalami penurunan libido di trimester ketiga, itu adalah hal yang normal, apalagi jika Anda termasuk yang menikmati masa kehamilan. Anda juga termasuk beruntung karena tidak perlu tersiksa oleh kaki yang membengkak, sakit kepala, atau keharusan beristirahat total. 

Selain hal fisik, turunnya libido juga berkaitan dengan kecemasan dan kekhawatiran yang meningkat menjelang persalinan. Pertanyaan yang paling umum adalah “apakah berhubungan seksual dapat membahayakan janin?”. Secara medis tidak ada sesuatu yang perlu dirisaukan jika kehamilan tidak disertai faktor penyulit, artinya kondisinya sehat-sehat saja. Yang termasuk faktor penyulit adalah ancaman keguguran, hipertensi, muntah-muntah yang berlebihan, atau kondisi kesehatan tertentu lainnya. Hal-hal yang dikhawatirkan dapat timbul karena melakukan hubungan seks terhadap kehamilan: 

Keguguran
Banyak pasangan yang merasa khawatir bahwa seks selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran. Tapi sesungguhnya masalah sebenarnya bukan pada aktivitas seksual itu sendiri. Keguguran (early miscarriage) biasanya berhubungan dengan ketidaknormalan kromosom atau masalah lain yang dialami janin yang sedang berkembang. Bukan pada apa yang Anda lakukan atau tidak lakukan. Menyakiti janin Kontak seksual tidak akan menjangkau atau mengganggu janin yang terlindung oleh selaput dan cairan ketuban. Cairan ketuban adalah peredam kejut yang sangat baik sehingga gerakan saat senggama maupun kontraksi rahim saat orgasme akan teredam dan tidak mengganggu janin. Ejakulasi yang terjadi juga tidak akan membuat sperma menjangkau janin karena ada selaput ketuban yang melindungi. Penis pasangan Anda juga tidak akan menyentuh janin. Tetapi jika kenyamanan adalah masalahnya, tentu sebaiknya Anda membicarakan dengan pasangan Anda mengenai posisi pilihan. 

Orgasme
Orgasme memicu kelahiran prematur karena orgasme dapat memicu kontraksi rahim. Namun kontraksi ini berbeda dengan kontraksi yang dirasakan menjelang saat melahirkan. Penelitian mengindikasikan bahwa jika Anda menjalani kehamilan yang normal, orgasme -dengan atau tanpa hubungan intim (yang berarti para lelaki tidak perlu melakukan penetrasi penis, cukup 'lainnya')- tidak memicu kelahiran prematur. Khawatir saja Jika Anda memiliki sindrom pra-menstruasi (PMS), besar kemungkinannya Anda akan mengalami mood swing yang lebih parah saat hamil. Ini tidak saja berpengaruh terhadap hasrat seksual, tapi juga kekhawatiran yang cenderung berlebihan pada dampaknya. 

bersambung.......

Seks Di Mata Remaja Sekarang Ini

Remaja bicara seks? Ini bukan sesuatu yang baru lagi. Tetapi sumber informasi seks yang benar memang masih belum banyak diketahui, atau kalaupun ada, remaja masih kesulitan untuk mengaksesnya. Sehingga yang banyak beredar adalah informasi-informasi yang tidak tepat tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas remaja.Banyak sekali mitos-mitos yang masih dipercaya, yang bisa jadi membawa remaja makin jauh dari jangkauan informasi yang benar tentang seksual dan kesehatan reproduksi, termasuk aktivitas seksual yang sudah dijalani oleh sebagian remaja. Bisik-bisik diantara remaja soal lutut yang kopong dan cara jalan yang bisa menggambarkan status keperawanan, sudah sering kita dengar. Semua itu kok bisa ya dipercaya oleh remaja kita?Berikut ini adalah sebagian mitos-mitos seksualitas yang banyak beredar di sekitar remaja kita hasil dari inventarisasi lembaga KISARA (Kita Sayang Remaja) dan mungkin juga menjadi pendapat kita selama ini:

1.Berhubungan seks dengan pacar merupakan bukti cinta.Faktanya, berhubungan seks bukan cara untuk menunjukan kasih sayang pada saat masih pacaran, melainkan karena disebabkan adanya dorongan seksual yang tidak terkontrol dan keinginan untuk mencoba-coba. Rasa sayang kita dengan pacar bisa ditunjukkan dengan cara lain.

2.Hubungan seks pertama kali selalu ditandai dengan keluarnya darah dari vagina.
Faktanya, tidak selalu hubungan seks yang pertama kali itu keliahatan berdarah. Apabila komunikasi seksual terjalin dengan baik dan hubungan seksual dilakukan dalam keadaan siap dan disertai foreplay yang cukup bisa tidak memunculkan adanya perdarahan.

3.Loncat-loncat setelah berhubungan seks tidak akan menyebabkan kehamilan.
Faktanya, ketika spermatozoa sudah memasuki vagina, maka spermatozoa akan mencari sel telur yang telah matang untuk dibuahi. Loncat-loncat tidak akan mengeluarkan spermatozoa. Jadi, tetap ada kemungkinan untuk terjadinya pembuahan atau kehamilan.

4.Selaput dara yang robek berarti sudah pernah melakukan hubungan seksual atau tidak perawan lagi.
Faktanya tidak selalu demikian. Selaput dara merupakan selaput kulit yang tipis yang dapat meregang dan robek karena beberapa hal. Selain karena melakukan hubungan seks, selaput dara juga bisa robek karena melakukan olah raga tertentu seperti naik sepeda dan berkuda. Karena itu, robeknya selaput dara belum tentu karena hubungan seks, malah ada juga perempuan yang sudah menikah dan berhubungan seks berkali-kali tapi selaput daranya masih utuh dan tidak koyak karena selaput daranya elastis.

5.Keperawanan dapat ditebak dari cara berjalan dan bentuk pinggul.
Faktanya, keperawanan tidak bisa dilihat dari bentuk pinggul atau cara jalan. Keperawanan kadang dipandang dari 2 sisi, bagi yang memandang dari sisi fisik saja (ini berkaitan dengan selaput dara), tapi hanya bisa diketahui melalui hasil pemeriksaan dokter. Jadi hanya dari pemeriksaan khususlah yang memungkinkan diketahuinya selaput dara robek atau tidak serta kemungkinan penyebabnya. Hanya saja keperawanan kembali lagi bukan cuma fisik. Kedua, dari sisi psikososial yang mengacu pada apakah seseorang perempuan sudah pernah melakukan hubungan seks atau belum. Ini sebaiknya yang dijadikan acuan, tetapi keperawanan bukan berarti segalanya di hari begini.

6.Dorongan seksual laki-laki lebih besar daripada perempuan.
Faktanya, dorongan seksual merupakan hal yang alamiah muncul pada setiap individu pada umumnya dimulai saat ia menginjak masa pubertas (karena mulai berfungsinya hormon seksual). Dan ini sangat wajar dan seimbang baik pada laki-laki maupun perempuan. Faktor yang mempengaruhi dorongan seksual antara lain kepribadian, pola sosialisasi, dan pengalaman seksual. Dorongan seksual perempuan sering disebut-sebut lebih kecil dari laki-laki kerena lingkungan menganggap perempuan yang mengekspresikan dorongan seksualnya adalah perempuan yang “nakal atau kurang baik” , sementara laki-laki tidak pernah dipermasalahkan.

7.Perempuan yang berdada besar dorongan seksualnya besar.
Faktanya tidak seperti itu. Secara medis, tidak ada hubungan langsung antara ukuran payudara dengan dorongan seksual seseorang. Dorongan seksual itu ditentukan oleh kepribadian, pola sosialisasi, dan pengalaman seksual (melihat, mendengar, atau merasakan suatu rangsangan seksual). 

8.Masturbasi bisa menyebabkan lutut kopong.
Faktanya, masturbasi tidak menyebabkan lutut menjadi kopong. Spermatozoa tidak diproduksi dan tidak disimpan di dalam lutut, melainkan di testis. Mungkin setelah masturbasi, biasanya timbul rasa lelah, karena masturbasi mengeluarkan banyak energi. Itulah yang membuat menjadi lemas, jadi bukan karena lututnya jadi kosong.
9.Sering masturbasi bisa membuat mandul.
Faktanya, secara medis masturbasi tidak menggangu kesehatan fisik selama dilakukan secara aman (tidak sampai menimbulkan luka atau lecet). Resiko fisik biasanya berupa kelelahan. Pengaruh masturbasi biasanya bersifat psikologis, seperti perasaan bersalah, berdosa dan kadarnya berbeda-beda bagi setiap orang. Kemandulan justru biasanya akibat dari IMS (infeksi menular seksual) atau penyakit lainnya seperti kanker atau karena sebab fisik lainnya misalnya kualitas sperma yang kurang baik.

10.Minuman bersoda akan dapat mempercepat selesainya menstruasi.
Faktanya, menstruasi adalah proses pendarahan yang disebabkan luruhnya dinding rahim sebagai akibat tidak adanya pembuahan. Sakit tidaknya atau lancar tidaknya menstruasi seseorang selain dipengaruhi oleh hormon juga dipengaruhi faktor psikis, bukan karena minum minuman bersoda.

11.IMS dapat dicegah dengan mencuci alat kelamin.
Faktanya tidak ada sabun atau desinfektan apa pun yang dapat mencegah IMS. Justru pada perempuan, jika mencuci bagian dalam vagina terlalu sering akan mempertinggi resiko terkena keputihan karena sabun dapat mengurangi kadar keasaman permukaan vagina yang sebetulnya berfungsi untuk membunuh kuman-kuman normal yang ada.

Mitos-mitos tersebut ternyata memang sudah hidup subur di masyarakat. Pengaruh mitos-mitos tersebut masih sangat kuat, bahkan juga di antara para remaja yang justru lagi giat-giatnya mencari informasi tentang seks dan kesehatan reproduksi. Banyak yang mempercayainya sehingga tidak jarang kita temui kasus-kasus yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi bermula dari keyakinan dari mitos-mitos tersebut. Hal itu terjadi karena tidak lengkapnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang bisa diakses oleh remaja, baik melalui lembaga formal seperti sekolah, keluarga atau masyarakat pada umumnya.

Sekarang tergantung kepada diri remajanya masing-masing, karena mereka yang akan menjalaninya nanti. Apakah akan menelan mentah-mentah mitos tersebut ataukah akan mencermatinya lebih lanjut guna memastikan kebenarannya. Kalau kita masih terpengaruhi dengan mitos-mitos diatas, yang rugi ya diri kita sendiri. Dan bagi yang sudah mengetahui fakta yang sebenarnya, silakanlah tetap yakin dengan kebenarannya, jangan goyah. Bahkan cobalah ikut serta untuk menginformasikan fakta-fakta ini ke rekan-rekan remaja yang lainnya sehingga semakin banyak remaja yang mengerti dan makin bertanggung jawab dengan segala perilaku dan pilihannya.

Efek Dari Video Porno

Video Bokep, 3Gp dan Porno serta lain sebagainya memang tak
henti-hentinya diburu dan dicari. Khususnya bagi kalangan pengguna dunia
maya (internet). Memang tidak ada salahnya juga, tetapi ada masalahnya.


Tahukah anda apa masalah yang ditimbulkan?
Silahkan anda simak gambar screenshot yang saya ambil dari berita
repostase di Trans7.
Betapa mengejutkan hasil dari sebuah penelitian.
93,7 % anak indonesia pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks.
62,7 % remaja usia SMP pernah melakukan hubungan intim
21,2 % siswa SMA pernah melakukan Aborsi.

Lalu bagaimana tanggapan anda tentang ini?

    1. Petting adalah melakukan hubungan seksual dengan atau tanpa
    pakaian tetapi tanpa melakukan penetrasi penis ke dalam vagina, jadi
    sebatas digesekkan saja ke alat kelamin perempuan. Ada pula yang
    mengatakan petting sebagai bercumbu berat. Biasanya dilakukan
    sebagai pemanasan sebelum melakukan hubungan seksual. Walaupun tanpa
    melepaskan pakaian, petting tetap dapat menimbulkan kehamilan tidak
    diinginkan karena sperma tetap bisa masuk ke dalam rahim, karena
    ketika terangsang perempuan akan mengeluarkan cairan yang
    mempermudah masuknya sperma ke dalam rahim, sedangkan sperma itu
    sendiri memiliki kekuatan untuk berenang masuk ke dalam rahim jika
    tertumpah pada celana dalam yang dikenakan perempuan, apalagi jika
    langsung mengenai bibir kemaluan.

Kenapa Alat Bantu Seks Itu Sehat

Beberapa kali kami tidak dapat membantu namun merasa bosan atau lelah dengan apa yang kita lakukan di kamar tidur, dan berpikir tentang hal-hal spicing sedikit. Pada saat yang sama pergi ke toko seks dan membeli alat bantu seks bisa menjadi sedikit tidak nyaman bagi seorang pria atau wanita. Masukkan ketakutan Anda untuk beristirahat dan mencoba untuk menyadari bahwa alat bantu seks yang sehat.

Kebenaran tentang alat bantu seks adalah mereka yang alami dan sehat, dan mereka digunakan untuk meningkatkan pengalaman bagi kedua pasangan, bukan hanya satu. Mengambil langkah pertama dapat sedikit pengalaman aneh tapi tidak diragukan lagi akan berguna.

Dalam kasus Anda belum yakin, orgasme yang baik. Mainan ini membuat orgasme Anda lebih kuat, lebih tahan lama, dan lebih kuat daripada yang pernah Anda bayangkan sebelumnya. Bila Anda sedang jatuh cinta dengan seseorang dan telah bersama mereka untuk jangka waktu yang panjang, tidak dapat dihindari bahwa hal-hal menjadi membosankan. alat bantu seksual adalah yang efektif untuk kebosanan, dan dengan berbagi baru, berani, pengalaman intim Anda dan pasangan Anda akan menjadi lebih dekat dan mencapai tingkat keintiman baru dalam kehidupan cinta Anda. Sebagian besar perempuan mengalami kesulitan mencapai orgasme tanpa stimulasi klitoris sebagai tambahan untuk vagina, dan alat bantu seks hanya melayani tujuan itu. Pria dapat memiliki kesulitan dengan ejakulasi dini dan mempertahankan ereksi, dan alat bantu seks adalah obat. Mereka dibuat untuk meningkatkan bercinta dan membawanya ke ketinggian baru, karena dengan begitu Anda dan pasangan Anda akan menjadi lebih dekat.

Menunjukkan pasangan Anda Anda merasa nyaman dengan alat bantu seksual juga akan menunjukkan keterbukaan Anda untuk ide-ide baru, dan keinginan Anda untuk kesenangan mereka. Daripada melihat alat bantu seks sebagai tabu dan hanya untuk orang-orang petualang lebih, pertimbangkan apakah Anda ingin memiliki pengalaman seksual Anda menjadi yang lebih baik.

Seks Di Pagi Hari Bikin Badan Jadi Sehat

Aktivitas seksual memang dapat dilakukan kapan dan di mana saja, meski kebanyakan orang mungkin lebih suka melakukannya di malam hari menjelang istirahat. Namun tak ada salahnya Anda mulai membiasakan ngeseks di pagi hari, karena aktivitas yang membakar kalori ini akan membuat tubuh Anda lebih sehat.

Menurut penelitian para ahli di Universitas Queen di Belfast, ngeseks pada pagi hari akan membuat seluruh otot dalam tubuh Anda bekerja. Selain itu, jantung dan paru-paru Anda pun terlatih seperti halnya melakukan gerakan aerobik. Dalam selang satu jam, aktivitas seksual diyakini dapat membakar sekitar 300 kalori yang tersimpan pada tubuh.

¨Aktivitas yang teratur setidaknya tiga kali dalam seminggu akan membantu Anda menekan risiko serangan jantung dan stroke. Seks yang teratur juga memperbaiki sirkulasi darah dan menjaga tekanan darah,¨ ungkap hasil penelitian yang dimuat The Sun.

Sementara itu menurut riset yang dipublikasi jurnal New Scientist, manfaat lain dari seks yang teratur, minimal dua kali seminggu, akan menimbulkan efek penyembuhan dengan cara meningkatkan kadar IgA atau antibodi yang merupakan pertahanan primer tubuh.

Namun begitu, peneliti juga berpesan seks sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Jika dilakukan lebih dari tiga kali dalam sepekan, seks dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Lepaskan hormon

Sesaat sebelum mencapai orgasme, kadar hormon oksitosin yang mendatangkan efek nikmat akan meningkat. Dalam tubuh pun kemudian akan mengalir hormon endorfin yang merupakan penanda kepuasan seks yang secara alami juga dapat berfungsi sebagai pereda rasa sakit, termasuk untuk mengatasi sejumlah masalah mulai dari artritis hingga migren.Dengan seks, seseorang juga dapat mengatasi problem stres karena tubuh akan terpicu untuk memproduksi hormon kortisol. Aktivitasnya yang bersifat membakar kalori pun dapat menjaga bobot tubuh sekaligus menekan risiko diabetes.Orgasme juga akan memacu pelepasan hormon estrogen yang dapat mengatasi para wanita dari rasa sakit akibat premenstrual syndrome (PMS). Para ahli di Yale School of Medicine percaya, hal ini pun mampu mencegah endometrosis atau suatu keadaan di mana jaringan yang hanya ada dalam rahim, dapat ditemukan di bagian lain dalam tubuh. Keadaan ini menimbulkan rasa nyeri, terutama pada saat haid dan dapat menyebabkan infertilitas (mandul).

Manfaat lain yang tak kalah penting adalah aktivitas seksual juga bisa mendorong produksi testosteron. Hormon ini berkaitan dengan tulang dan otot yang kuat sehingga menghindarkan seseorang dari keropos tulang.

Senin, 30 Agustus 2010

Bukti Sex Toy Sudah Ada Sejak Zaman Prasejarah !!

Alat bantu seks atau sex toy kadang diperlukan oleh beberapa orang untuk meningkatkan gairah seksnya. Dengan ditemukannya lingga batulanau yang diyakini adalah sex toy tertua di dunia, diketahui bahwa sex toy sudah dikenal sejak zaman prasejarah.

Sex toy tertua ini ternyata tidak hanya sekedar alat bantu seks, karena lingga batulanau (prehistoric siltstone phallus) yang berusia sekitar 30.000 tahun ini multifungsi dan lebih sering digunakan untuk menyalakan api (alat pemantik).Dilansir dari NYDailyNews, Sabtu (28/8/2010), peninggalan aneh ini ditemukan di sebuah gua di Jerman dan kini sedang dipelajari di University of Tubingen, Jerman.

Temuan langka ini merupakan salah satu contoh maskulinitas dari periode kehidupan di masa prasejarah yang masih jarang ditemukan, meskipun karya seni yang menjadikan wanita sebagai inspirasi sudah cukup umum.Lingga prasejarah ini menunjukkan tanda-tanda yang jelas dan mencolok di ujungnya, yaitu berupa ukiran batu. Hal inilah yang memudahkan peneliti untuk mengindentifikan kegunaannya.Diperkirakan lingga langka ini sedikitnya berusia 28.000 tahun dan tampaknya telah dibuang. Tidak ada bukti tentang bagaimana hal ini terjadi. Rahasianya telah disimpan oleh penghuni asli gua.

Di dalam gua tersebut juga ditemukan lebih dari selusin perangkat sergaguna lain yang tidak berhubungan dengan aktivitas masa Neanderthal (ras Homo sapiens neanderthalensis).

ALAT BANTU SEKS Perlu atau Tidak sih bagi Suami-Istri?!

Hakekatnya alat bantu seks bertujuan sebagai pemuas syahwat, namun apakah alat tersebut mampu mengatasi masalah seksual?Di sini kita kutip pendapat dua doktor pakar problema seksual, yakni Prof.Dr.dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS (Androlog dan Seksologi) dari Bali, dan dr. Boyke Dian Nugraha, DSOG (Genekolog dan Konsultan Seks) dari Jakarta."Alat bantu seks tentu saja perlu bagi yang memerlukannya," ungkap Dr Wimpie, "Siapa yang memerlukannya?

Bagi pria yang tidak punya pasangan, tidak punya istri. Atau suami yang karena tugas, pisah dari istri. Suami pelaut misalnya, atau suami tugas beberapa tahun di luar kota atau luar negeri.Daripada ia melakukan hubungan dengan perempuan lain, atau pekerja seks, tentu lebih baik memakai alat bantu. Lebih aman. Bebas penyakit. Bebas risiko hamil.Atau kalau dia seorang wanita, janda misalnya, menurut saya lebih baik menggunakan alat bantu seks.
Daripada hidup liar, melakukan seks bebas, dari segi kesehatan tidak baik, dari segi nilai-nilai moral kurang pantas, dari segi etika juga tidak baik.Alat bantu itu secara ilmiah memang digunakan untuk kasus tertentu. Misalnya, pada perempuan yang mengalami disfungsi orgasme. Kegagalan orgasme yang disebabkan gangguan seksual pada suaminya. Salah satu cara latihan, yang disebut program masturbasi, bagi wanita yang mengalami kegagalan orgasme."

Bagaimana komentar Dr Boyke?"Alat Bantu seksual bisa digunakan oleh mereka yang memang membutuhkan pembaruan. Tapi juga ada yang menjadikannya sebagai usual saja, sebagai kebutuhan sehari-hari, dan biasanya digunakan oleh wanita yang mengalami menopause.Sementara pria menggunakan dengan tujuan membangkitkan gairah. Terutama pria yang tinggal berjauhan kota dengan istri, dan saat bertemunya pun terbilang memakan waktu yang cukup lama.
Pelaut misalnya.Jadi, kalau sekarang marak penjualan alat bantu seks, karena orang sekarang kian menyadari, bahwa urusan seks adalah sesuatu yang nikmat dan merupakan hak azasi manusia.Dengan gencarnya media massa memasang gambar dan menulis tentang hubungan intim, orang sekarang - terutama wanita yang tidak bersuami - merasa diri masih boleh menikmati seks. Dengan begitu saja, dia merasa terpuaskan seksnya tanpa harus mencari laki-laki, dan terlepas dari bahaya penyakit kelamin.Saya pikir, menggunakan alat Bantu, lebih baik daripada berhubungan intim dengan orang lain yang kebersihannya belum jelas - bisa saja ada virus HIV Aidsnya atau penyakit kelamin lain.
Sementara alat bantu seks bisa disimpan di tempat yang higienis.Bagaimana sebaiknya menggunakan alat bantu seks di antara pasangan suami-istri?"Mencari variasi, mungkin ya," ujar Dr Wimpie, "Tapi kalau istrinya tidak menghendaki kan tidak bisa. Pada umumnya, suami-istri menggunakan alat bantu seks, kalau istrinya gagal orgasme pada saat berhubungan seksual dengan suami. Lalu dilanjutkan dengan alat Bantu. Itu akan lebih baik daripada melakukan hubungan seks dengan orang lain. Perselingkuhan, misalnya.Nah, saya selalu meninjau masalah seksual dari sudut pasangan suami-istri. Saya tidak pernah meninjau dari sudut suami saja atau istri saja. Sepanjang itu menimbulkan kehidupan seksual yang harmonis bagi pasangan itu, tidak masalah.Artinya, suami setuju istri menggunakan itu, karena kalau hanya berhubungan seksual, tidak pernah mencapai orgasme. Bisa terjadi, antara lain, kalau suami mengalami ejakulasi dini, atau disfungsi seksual. Jadi setelah hubungan seksual, kemudian dilanjutkan dengan alat Bantu. Bila ternyata dengan cara itu istri bisa terpuaskan, pasangan tetap harmonis.Kalau itu diterapkan artinya bukan fantasi. Sepanjang cara itu bukan merupakan suatu keharusan, normal saja. Masih bisa dibenarkan.

Sesuatu menjadi tidak normal, kalau hal itu menjadi utama atau satu-satunya. Bila kemudian tanpa itu dia tidak mau, baru sakit!Jadi, apakah itu mencari variasi sebagai pemanasan, semuanya nggak masalah. Yang penting dia tetap melakukan hubungan seksual secara normal."

Pendapat Dr Boyke terasa senada dengan rekannya tersebut, "Dapat dikatakan, tidak sedikit pasangan, terutama yang sudah lama menikah, membutuhkan variasi tekhnik dalam bercinta. Salah satu contoh, seorang pria tertarik sekali, bahkan gairahnya timbul, apabila wanita pasangannya menggunakan lipstick warna pink.
Itu bukanlah suatu penyimpanan, hanya untuk penambah daya tarik sex appeal seseorang, atau menambah rangsangan. Begitu pun bila menggunakan alat bantu - khususnya untuk istrinya - kemudian dia bergairah. Namun ini tidak bisa dikategorikan sebagai penyimpangan seks atau sakit."Lebih lanjut mengenai alat bantu seks untuk wanita akan dibahas dalam tulisan berikutnya.

Lebih Banyak Lagi Informasi Mengenai  seksual - Alat Bantu Seks

Apakah Sex Toys Bisa Gantikan Pria?

Bila hubungan intim bersama pasangan hanya menjadi rutinitas belaka, yang muncul adalah kebosanan. Kenikmatan orgasme yang dirasakan wanita semakin lama berkuarng bahkan mungkin saja lenyap. Bila hal ini terjadi, terbuka peluang wanita memilih sex toys mencapai kepuasan.

Bekerja sebagai tour leader di perusahaan tour & travel ternama membuat wanita seperti Hanny, 34 tahun, berkesempatan melanglang buana ke sejumlah negara. Saat berada di Bangkok, Thailand, Hanny tertarik membeli sebuah sex toys sejenis vibrator berwarna pink. Alasannya waktu itu, hanya ingin sekadar mencoba, meski di Indonesia banyak dijumpai alat serupa. Pengakuannya, selama delapan tahun usia pernikahannya dengan Steven, 37 tahun, dirinya jarang merasakan orgasme setiap berhubungan intim.

Bisa dibilang, hakikat hubungan intim adalah mendapatkan kenikmatan bersama. Tidak hanya kaum pria yang mencari sensasi kenikmatan pada ejakusi, wanita pun ingin mencapai puncak kenikmatan yang sama lewat orgasme. Pada umumnya, dalam setiap berhubungan intim, pria mudah mecnapai kepuasan hingga ejakulasi. Sebaliknya, sebagian besar wanita tidak mudah mencapai orgasme. Idealnya adalah bila kedua belah pihak mencapai titik puncak kenikmatan seksual itu bersama-sama. karena itu, masalah kepuasan seksual menjadi masalah bersama dalam sebuah hubungan intim.

Seperti diungkapkan dr. Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, M.Kes (MMR), dokter yang menggeluti seksologi, berdasarkan penelitiannya beberapa waktu lalu, hampir 60 persen wanita Indonesia yang berpasangan tidak pernah merasakan orgasme. "Penyebanya bermacam-macam. Antara lain kultur kita yang masih menganut budaya patriarki, hingga wanita lebih banyak pasif, tidak boleh menuntut, asal pasangan pria terpuaskan. Atau, masalah bisa muncul dari pihak pria yang terlalu egois, dan memiliki masalah ejakulasi diri yang tak kunjung diobati."

Alternatif seks
Seiring perkembangan zaman, wanita modern mulai menyadari bahwa kepuasan seksual adalah hak dan kebutuhan. Bila kaum pria tidak sanggup untuk memenuhi kepuasan seksual yang maksimal pada wanita, tak dipungkiri, hal ini lambat laun menimbulkan masalah. Wanita tentu akan mencoba mencari pengalaman orgasme dengan cara lain. Salah satu di antaranya adalah melakukan masturbasi dengan menggunakan alat bantu seks alias sex toys.

Sebenarnya penggunaan sex toys hanya salah satu jalan keluar mendapatkan kepuasan. Alat bantu seks ini juga dapat digunakan secara masturbasi mutualisma, yaitu tindakan memuaskan diri dengan dibantu pasangan. "Misalnya pihak wanita ternyata sulit untuk terangsang, maka dengan menggunakan vibrator, pria bisa membantu menstimuli daerah sensitif wanita seperti klitoris. Setelah terangsang barulah penetrasi bisa dilakukan hingga mencapai orgasme. Ini sebenarnya masturbasi juga, tapi dilakukan dengan persetujuan pasangan. Hingga tidak ada pemaksaan. Pemakaian alat bantu seks bagi wanita, bisa juga sebagai variasi dalam bercinta," jelas dokter yang membuka klinik khusus bagi yang ingin berkonsultasi tentang masalah seks.

Walhasil, wanita pengguna sex toys bisa terpuaskan karena sensasi dan tingkat kepuasan yang diperoleh berbeda tipis dengan berhubungan seksual bersama pasangan. Hanya yang perlu diingat, kebiasaan bermasturbasi dengan alat bantu, bisa menyebabkan hilangnya kenikmatan hubungan intim yang sesungguhnya.

Penggunaan alat-alat bantu seks ini, menurut Dr. Ferryal Loetan, tetap harus diwaspadai. Seperti dildo, bentuk, tingkat kelenturan dan materi bahan yang digunakan hampir mendekati keaslian "alat" pria. Hingga, bisa saja terjadi "kecelakaan" dalam penggunaannya apabila terlalu sering atau kurang lubrikasi. Lecet atau luka/ infeksi akibat iritasi pada dinding vagina, adalah hal yang paling memungkinkan.

Menggeser posisi
Namun toleransi sebagian besar pria Indonesia dalam pemakaian alat bantus eks bagi pasangannya, masih kecil dan belum menjadi pilihan. Berbagai faktor penyebabnya seperti, belum transparan, egois, dan tidak peduli atas kepuasan wanita menjadi ganjalan bagi pria untuk mengizinkan pasanannya menggunakan alat bantu seks.

Faktor lain adalah ketakutan pria bila kebiasaan ini terus berlanjut dan menimbulkan kecanduan. Bila pernah menggunakan dan kemudian malah jadi kebiasaan, alat-alat itu bukan tidak mungkin perlahan-lahan akan menggeser posisi Anda, karena sex toys menjadi obyek utama. Malah mungkin Anda bisa ditinggalkan. Maklum, dengan alat bantu, wanita lebih bebas mengatur kenikmatan yang diinginkan. Tak cuma itu, wanita bebas menentukan berapa lama dan posisi seperti apa yang diinginkan kapan saja.

Hanya satu kunci agar posisi Anda tidak tergeser oleh sex toys, yakni saling komunikasi dan terbuka meraih kepuasan antarpasangan, perlu terus terjaga. Tapi bila Anda ingin memuaskan pasangan Anda atau hanya sekadar mencari variasi dan fantasi seks, tak ada salahnya memberikan "kado istimewa" berupa sex toys kepada pasangan wanita Anda.

Lebih Banyak Lagi Informasi Mengenai sex toys - Alat Bantu Seks

Sex Polling Analisa "Alat Bantu seks"


Agar hubungan c menjadi lebih bervariasi, tidak sedikit pria yang memakai alat perangsang birahi seperti bulu-buluan, film, buku dan sebagainya. Bagaimana dengan Anda?Bila Anda termasuk pria yang rajin membaca koran, majalah, atau menonton televisi, Anda pasti sepakat bahwa publikasi tentang alat bantu seks kini semakin banyak disajikan. Ini disetujui oleh para pengakses kita dalam poling kali ini, sebanyak 93, 75 % yang menyatakan bahwa mereka mengenal alat bantu seks atau alat perangsang melalui media massa. Mereka ini datang dari kualifikasi pendidikan SMU, Diploma, S1 dan Pascasarjana, lajang atau menikah, dengan tingkat penghasilan di bawah Rp 2 juta, antara Rp 2 juta dan Rp 5 juta, atau di atas Rp 5 juta.

Dengan status sosial lajang dan menikah, berpenghasilan antara Rp 2 juta dan Rp 5 juta, berpendidikan S1 dan Pascasarjana, sebanyak 75 % mengaku secara terus terang bahwa mereka adalah jenis pria yang sulit terangsang hingga memerlukan alat Bantu seks. Sementara 25,00 % dengan kualifikasi pendidikan SMU dan penghasilan di bawah Rp 2 juta dan masih lajang mengaku bukan pria yang sulit terangsang. Hingga melalui jawaban ini, bisa diasumsikan, bahwa penggunaan alat bantu seks bagi sebagian pengakses agaknya dimaksudkan juga untuk menambah variasi pengalaman seksual.

Mereka inilah, masih sebanyak 25, 00 % mengatakan bahwa penggunaan alat bantu seks tersebut berdampak biasa saja, bahkan sebanyak 18, 75 % dari pengakses berkualifikasi SMU, lajang, dengan penghasilan di bawah Rp 2 juta ini mengatakan tidak mengalami peningkatan gairah seks. Hal ini mendukung asumsi di atas, etntang adanya sebagian pengakses yang menggunakan alat bantu seks sebagai variasi pengalaman sesksual semata.

Secara lebih jauh hal ini bisa ditelusuri menjadi bermacam-macam tujuan, namun baur bagi semua pengakses. Sebanyak 40,00 % pengakses dengan kualifikasi pendidikan SMU, Diploma, S1, Pascasarjana mengatakan bahwa alat bantu seks mereka gunakan untuk memuaskan pasangan. Dengan detail lebih jauh, sebanyak 26,67 % dari mereka agaknya ikut memberikan jawaban pada tujuan menciptakan harmonisasi hubungan seks yang dilakukan bersama pasangan. Meskipun dengan jumlah sama, 26, 67 %, namun dengan kualifikasi pendidikan S1, lajang, berpenghasilan antara Rp 2 juta dan Rp 5 juta memaksudkan alat bantu seks tersebut hanya untuk memuaskan diri sendiri. Di sini memang poling tidak mempersoalkan apakah alat bantu seks ini diterima secara terbuka oleh pasangan atau ditolak.

Namun menarik juga menelusuri kemudian, alat bantu seks seperti apa saja yang digemari para pengakses. Di sini, meskipun sama-sama mengetahui keberadaan alat bantu seks dari media massa, namun tingkat penghasilan, status sosial, dan juga pendidikan ternyata mempengaruhi para pengakses dalam memilih alat bantu yang digunakan. Daya jangkau pembelian dan pengetahuan ikut mempengaruhi seseorang dalam mengkonsumsi alat bantu seks tersebut.

Mereka yang masih lajang, berpendidikan SMU, Diploma, dengan penghasilan di bawah Rp 2 juta dan di antara Rp 2 juta dan Rp 5 juta, sebanyak 46, 67 % mengaku lebih memilih film sebagai alat bantu seks atau alat perangsangnya. Bila dikaitkan dengan perkembangan sosial saat ini sebagai latar belakang, maka hadirnya film-film porno bajakan agaknya ikut andil dalam hal ini. Kita sama mengetahui bahwa film-film (VCD/DVD) porno bajakan saat ini begitu mudah didapatkan dan harganya demikian murah. Seorang menteri bahkan pernah menyindir, bahwa hanya ratusan langkah dari istana presiden pun ada VCD/DVD porno bajakan. Siapa saja, segala umur, dengan uang Rp 5 ribu dapat membelinya.

Berbeda misalnya dengan para pengakses berpendidikan S1, Pascarsarjana, dengan penghasilan antara Rp 2 juta dan Rp 5 juta, dan juga di atas Rp 5 juta, dan sudah menikah, ternyata sebanyak 46, 67 % memilih menggunakan obat-obatan, dan sejumlah 6, 67 % menggunakan buku-buku. Artinya, material alat bantu seks bagi kalangan ini tidak begitu mudah didapatkan, dan memerlukan pula dukungan pengetahuan berlebih tentang obat-obatan ataupun buku-buku yang diperlukan, namun tidak dijual bebas pula sebagaimana VCD/DVD porno.

Mereka ini lebih jauh bisa dikenali lagi ketika menghadapi pertanyaan kapan mereka memakai alat bantu seks atau alat perangsang tersebut. Sebanyak 53, 33 % dari mereka mengatakan menggunakannya hanya dalam kondisi tertentu. Artinya, alat bantu seks bukanlah semacam kebutuhan yang kemudian menjadi ketergantungan. Mereka ini lebih banyak dibandingkan pengakses berpendidikan SMU, Diploma, lajang, berpenghasilan di bawah Rp 2 juta dan antara Rp 2 juta dan Rp 5 juta yang mengakui sudah menggunakan alat bantu seks setiap kali berhubungan seks.

Bagi para pengakses jenis ini, alat bantu seks yang semula hanya digunakan sebagai variasi untuk mendapatkan pengalaman seks yang lebih luas, ternyata menjadi ketergantungan, yang boleh jadi akan menimbulkan efek kelumpuhan bila dilepaskan. 86, 67 % dari mereka ini secara terus terang mengakui sudah mengalami ketergantungan pada alat bantu seks yang digunakannya. Dan bila sudah demikian yang terjadi, alat bantu seks yang secara material adalah “benda” tersebut, kini bisa saja telah berubah menjadi “organ” seks yang tak bisa lagi diabaikan. Jadi, sebaiknya penggunaan alat bantu seks memang hanya dalam kondisi-kondisi tertentu saja. Seperti ketika tubuh kelelahan namun sang pasangan demikian bergairah, atau ketika angan-angan seksual sudah memuncak namun tubuh masih saja “ogah”. Alat bantu seks akan menghidupkan! Begitukah?

Tips Memilih Alat Bantu Seks (Sex Toys)

Seks yang sehat merupakan sangatlah penting bagi kesehatan kedua pasangan. Demi menjaga terjangkitnya penyakit infeksi lebih jauh lagi. Jika anda ingin menikmati seks yang lebih sehat dan lebih bahagia, maka anda harus menjaga organ intim anda tetap higienis. Anda harus mengikuti petunjuk seks yang sehat yang membantu anda mencegah semua penyakit infeksi seksual.

Organ intim yang kurang higienis akan mengundang penyakit infeksi lebih mudah.

Anda perlu melakukan pencegahan kesehatan sebelum menggunakan alat bantu seks. Jika anda sering berganti-gantian memakai alat bantu seks bersama pasangan anda, anda harus berhati-hati esktra ketat. Cucilah alat bantu seks dengan bersih sebelum melakukan aktivitas seksual bersama pasangan anda. Pencucian alat bantu seks untuk menjaga kesehatan terhadap organ intim anda.

Pisahkan berbagai jenis alat bantu seks pada setiap kegiatan seks yang berbeda, jangan menggunakan alat bantu seks yang sama pada aktivitas seks yang berlainan. Karena alat kelamin anda tidak akan aman dan tidak sehat, juga mudah terjangkit dari penyakit seksual.

Alat bantu seks higienis dan vibrator

Alat bantu seks higienis dan vibrator dapat membantu alat kelamin anda bebas dari penyakit infeksi seksual. Ketika anda ingin membeli alat bantu seks higienis dan vibrator, pastikan tdiak ada alat tersebut tidak ada retak ataupun cairan yang keluar dari alat bantu seks tersebut. Alat bantu seks yang sehat dan aman mengurangi peningkatan tertularnya penyakit infeksi pasangan lawan jenis anda. Dalam menggunakan alat bantu seks pada bagian tubuh yang berbeda dan di lakukan secara bergantian, setelah pemakaian hendaknya mencuci alat bantu seks yang digunakan sebersih mungkin.

Gunakan alat bantu seks berkualitas bagus

Belilah alat bantu seks yang berkualitas tidak mengecewakan. Untuk memastikan keamanan dan kesehatan alat kelamin anda. Seperti vibrator yang di masukkan ke dalam vagina, jika vibrator yang digunakan terbuat dari bahan berkualitas rendah maka bisa saja membuat vagina luka pada pembuluh darah yang terdapat di dalam vagina.

Bahkan dapat meningkatkan infeksi pada yang sensitive. Oleh karena, cobalah sebelum membeli, maaf! Maksudnya teliti terlebih dahulu sebelum anda membeli vibrator.

Di internet banyak ditemukan alat bantu seks selain vibrator seperti masturbator, vibrator dengan sabuk kulit, vibrator kelinci, fun vibrator, vibrator G-Spot, vibrator jeli, vibrator klasik, vibrator untuk pria, alat bantu seks anal dan lainnya.

Merawat alat bantu seks

Perawatan sangat penting bagi anda yang suka menggunakan alat bantu seks. Bersihkan alat bantu seks anda secara menyeluruh. Untuk alat bantu seks menggunakan baterai, lepaskan terlebih dulu baterai sebelum membersihkannya.

Jauhkan alat bantu seks dari matahari dan jangkauan anak-anak, anda dapat meletakkanya di tempat yang aman dan bersuhu normal. Dan jangan lupa setiap alat bantu seks yang disimpan sebaiknya dibalut dengan kain bersih, ini untuk menjaga agar alat bantu seks tetap steril.

Banyak persepsi keliru pada banyak pria tentang wanita yang menggunakan alat bantu seks. Banyak pria yang mengira bahwa yang menggunakan alat bantu seks khusus wanita hanyalah wanita nakal yang mempunya libido seks tinggi. Namun kenyataannya, banyak wanita normal membutuhkan alat bantu seks seperti vibrator dengan alasan untuk kesehatan. Kaum pria perlu merubah pola pikir tersebut dan menyadari bahwa wanita yang menggunakan alat bantu seks merupakan pemuas kebutuhan seksualitasnya.

Selamat menikmati alat bantu seks anda.




Menggunakan Alat Bantu Sex Lebih Baik Dari Zinah

Aktifitas seksual merupakan bagian yang sangat penting dan mendasar bagi kehidupan suami istri. Aktifitas seksual merupakan salah satu faktor yang menciptakan kebahagiaan dalam ikatan suami istri. Pada kenyataannya, karena kondisi tertentu seperti haid, nifas, sakit dan dipisahkan oleh jarak, maka aktifitas seksual tidak dapat dilaksanakan. Hal ini akan menjadi persoalan ketika suami atau istri menahan hasrat seksualnya. Alat bantu seks merupakan suatu sarana yang digunakan oleh pria maupun wanita yang membutuhkan penggunaan alat bantu seks untuk mencapai orgasme. Berdasarkan permasalahan diatas peniliti ingin mengkaji dan mendiskripsikan perspektif hukum Islam terhadap penggunaan alat bantu seks. Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan usul fiqh (normatif) dan bersifat deskriptif-analitik.

Hasil penelitian ini adalah bahwa dalam perspektif hukum Islam penggunaan alat bantuk seks pada suami istri adalah makruh, sejauh hal itu dilakukan dalam kondisi yang sangat mendesak dan karena adanya rasa takut melakukan perbuatan zina. Penggunaan alat bantu seks, tetap dapat dipandang sebagai keputusan dan pilihan yang lebih baik daripada melakukan zina, yang dalam hukum Islam telah memiliki ketetapan hukum yang jelas.

Alat Bantu Seks, Memancing Nikmat dari Kelamin Tiruan

Sex toy bisa sebagai variasi hubungan suami-istri. Tapi banyak pakar seks menyatakan, peranti seks tidak bisa menggantikan kenikmatan berhubungan langsung dengan pasangan, terutama secara psikologis.

Jujur saja, kadang muncul rasa jenuh melakukan hubungan seks dengan pasangan. Ada kalanya membutuhkan sesuatu yang lebih menantang. Biasanya, untuk mewujudkan seks liar, salah satu pasangan harus ada yang "berani" untuk berbuat dan mencoba. Satu cara yang mungkin nakal dan liar, tak ada salahnya mencoba bervariasi dengan sex toy.

Tujuan menggunakan alat Bantu seks (ABS) hanya untuk merangsang area seksual Anda dan membantu Anda untuk mencapai orgasme. Baik itu dengan pasangan maupun dilakukan sendiri. Tapi ingat, menggunakan sex toy bukan segala-galanya demi mendapatkan orgasme. Sebaiknya, penggunaan peranti seks ini bersifat variasi saja.

MenurutJoel D. Block, Ph.D dalam bukunya, Secrets of Better Sex, alat bantu seks merupakan setiap benda yang digunakan untuk merangsang dan atau untuk memperpanjang serta memperkuat hubungan seksual dapat dianggap sebagai sex toy "Orang-orang paling sering menggunakan vibrator," kata pakar psikologi klinis dan terapi seks itu.

Sekarang, para ahli terapi seks menganjurkan pemakaian vibrator (penis buatan yang bergetar-red) sebagai alat bantu seks buat wanita yang mengalami kesulitan mencapai orgasme atau yang tidak pernah mencapai orgasme atau "histeria wanita". Dan, menurut Joel D. Block, pria juga sah saja menggunakan dan menikmati stimulasi vibrator pada bagian genitalnyaBicara sex toy seksolog Dr. Alex Pangkahila mengatakan, alat bantu seks merupakan suatu sarana yang dipakai oleh pria maupun wanita atau pasangan suami-istri yang memang membutuhkan penggunaan alat tersebut. Menurut pengasuh rubrik Q&A Alex Pangkahila di MANLY ini, sebelum menggunakan peranti seks mainan, sebaiknya pelajari dahulu fungsinya, antara lain: sebagai alat perangsang gairah seksual, alat peningkatan bangkitan seksual, alat bantu untuk mengatur variasi posisi, dan sebagainya. "Yang pasti, alat bantu seks bukan berbentuk obat," katanya.

Kebiasaan untuk mendapatkan kenikmatan seks dengan sex toy, dialami Raka. Pria yang sudah 10 tahun menjalani hidup berumah tangga ini baru lima kali ber-sex toy ria sejak tahun 2005. Pria berkulit putih ini mengaku, jika ada (penis buatan tanpa getar) yang sering digunakannya itu didapat dari sahabatnya, saat ia merayakan hari ulang tahun pernikahannya. "Waktu dibuka, saya dan istri tertawa," ujarnya, mengenang.

Tapi lanjut Raka, untuk menghindari kejenuhan seks selama ini, ia pun mulai mencoba untuk mencari variasi seks. Tapi sebelum itu, kata Raka, ia bicara dengan istrinya. "Tak ada salahnya untuk dicoba," ujarnya, menceritakan kesimpulan percakapan itu.

Eksekusi penggunaan vibrator yang dilakukan pria berusia 40 tahun ini dilakukan pada awal permainan. Di tengah "perjalanan", saat sang istri sudah siap, peranti seks sesungguhnya ia mainkan. "Di situ sensasinya. Istriku puas karena orgasmenya cukup lama," kata lelaki yang membuka usaha konveksi ini.

Lain lagi dengan pengalaman Nita. Wanita berusia 32 tahun ini sudah dua tahun menggunakan alat bantu seks. Menurutnya, malam hari adalah acara ritual Nita menggunakan sex toy. Peranti seks yang disimpan secara khusus dalam lemari busananya itu dikeluarkan tatkala anak semata wayangnya sudah terlelap tidur. "Waktu pertama kali coba, aku kikuk dan bingung cara pakainya," kata janda ini.Tapi kini, ke mana pun Nita pergi, pastinya perangkat seks itu menyelinap di dalam tasnya. "Kalau aku lagi `pengen' dan pacarku nggak ada, ya aku pakai tuh vibrator," kata wanita berambut lurus ini. Menurut Nita, alasan memiliki peranti seks, lantaran untuk memenuhi hasrat seksnya yang tinggi. Bisa dipastikan, katanya, "Kalau aku mau, tinggal pakai."

Bicara tingkat kepuasan antara menggunakan peranti seks buatan dan ash, sungguh berbeda. Diakui Nita, tingkat kepuasan menggunakan ABS lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang dialaminya bersama sang pacar. Sebab, dengan menggunakan alat Bantu seks, Nita dapat mengetahui titik rangsangnya sendiri yang dianggapnya paling "nikmat". "Kalau yang alami, kita harus berpikir soal kepuasan untuk pasangan kita juga," tutur wanita yang bekerja di bagian keuangan pada sebuah perbankan ini.

Keampuhan menggunakan sex toy seperti vibrator, ada, atau boneka seks harus didukung badan dan pikiran yang sehat secara seksual. Faktor lain yang tak kalah penting adalah terjaganya komunikasi dan keintiman dengan pasangan. Jika semua itu sudah terpenuhi, tak aneh jika dildo dan vibrator lebih memudahkan Anda untuk mencapai orgasme. "Kalau mau pakai dildo sebagai foreplay, aku harus ada persetujuan istri," kata Raka, sambil tertawa.

Penggunaan alat bantu sebenarnya tidak dapat menggantikan hubungan seksual secara penuh. Dan, pastinya, terdapat perbedaan kenikmatan yang tipis dibandingkan dengan berhubungan seksual dengan pasangan. Untuk itu, keterlibatan emosi-seperti saat melakukan hubungan seksual dengan suami-tidak Anda rasakan ketika melakukan masturbasi dengan alat bantu.Menggunakan sex toy bersama istri, menurut Alex Pangkahila, adalah wajar. Dengan catatan, harus sesuai dengan prosedur kesehatan seksual dan di bawah bimbingan dokter atau konsultan seks. "Digunakannya pun harus sesuai dengan kebutuhan," kata seksolog yang berdomisili di Bali ini.Jadi, Joel D. Block menambahkan, masturbasi dengan alat bantu seks hanyalah semacam tindakan "darurat" yang bersifat sementara untuk mengatasi dorongan seksual yang mengganggu. Ingat, tanpa sex toy bukan berarti Anda tidak bisa liar di atas ranjang bersama pasangan, kan?